Liputan Nusantara – Mojokerto, Upaya menekan angka stunting sekaligus mengoptimalkan potensi pangan lokal terus digalakkan. Kali ini, Kelompok 51 Kuliah Kerja Nyata Pencerahan (KKN-P) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menggelar Pelatihan Inovasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi para kader PKK Desa Lebakjabung, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Rabu (29/7/2026).
Berlangsung di Balai Desa Lebakjabung dalam rangkaian kegiatan Pleno PKK, pelatihan ini mengubah suasana rapat rutin menjadi penuh antusiasme. Mahasiswa memadukan teori gizi dengan praktik langsung pembuatan olahan camilan sehat balita berbasis pangan lokal.
Olah Jagung, Singkong, hingga Buah Bit
Materi pelatihan dipaparkan oleh Anggel, mahasiswa Program Studi Teknologi Laboratorium Medis UMSIDA. Dalam pemaparannya, Anggel memperkenalkan dua resep inovasi PMT yang ramah kantong namun kaya gizi, yakni Kroket Jagung-Singkong dan Gummy Buah Bit.

“PMT berfungsi sebagai pelengkap gizi harian balita. Lewat kombinasi karbohidrat, protein, serta vitamin dan zat besi dari buah bit, olahan ini tidak hanya menyehatkan tetapi juga menarik secara visual agar balita tidak bosan,” jelas Anggel.
Tidak sekadar mendengarkan paparan teori, para kader PKK turut terjun langsung memperagakan tahapan pengolahan bahan hingga siap disajikan. Sesi interaktif ini dimanfaatkan para kader untuk berdiskusi seputar tips mengolah bahan pangan lokal agar nutrisinya tetap terjaga.
Sambutan Hangat dan Apresiasi Pihak PKK
Inisiatif mahasiswa ini mendapat tanggapan sangat positif dari Pengurus Tim Penggerak (TP) PKK Desa Lebakjabung. Ketua TP PKK Desa Lebakjabung, Windariyanti, mengungkapkan bahwa kehadiran mahasiswa KKN-P UMSIDA memberikan suasana baru yang bermanfaat nyata.

“Biasanya pleno hanya berupa rapat, tetapi kali ini menjadi lebih spesial karena ibu-ibu mendapatkan ilmu sekaligus praktik secara langsung. Semoga materi dari adik-adik KKN dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Terima kasih telah membuat pleno kali ini lebih berwarna dan bermanfaat,” ujar Windariyanti.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris TP PKK Desa Lebakjabung, Yana Dwi Rahayu, menilai pelatihan ini melengkapi pembekalan yang pernah diterima para kader sebelumnya.
“Pada bulan Mei lalu kami sudah menerima pelatihan gizi masyarakat. Materi inovasi PMT dari mahasiswa KKN ini menjadi penyempurna karena bahannya mudah didapat di desa dan bisa langsung diaplikasikan di rumah maupun kegiatan Posyandu,” tuturnya.

Dorong Kemandirian Gizi Desa
Koordinator Kelompok 51 KKN-P UMSIDA menegaskan bahwa program kerja ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang bagi kesehatan anak-anak di Desa Lebakjabung.
“Kami ingin menunjukkan bahwa makanan bergizi untuk mencegah stunting tidak harus mahal. Bahan pangan lokal yang melimpah di Lebakjabung sangat potensial jika diolah secara kreatif. Harapan kami, para kader PKK dapat menularkan ilmu ini kepada seluruh orang tua di desa sehingga pemenuhan gizi balita dapat berjalan secara mandiri dan berkelanjutan,” terangnya.
Melalui sinergi ini, Kelompok 51 KKN-P UMSIDA optimis keberadaan inovasi PMT berbahan lokal dapat menjadi langkah konkret dalam menurunkan angka stunting serta meningkatkan kualitas hidup generasi penerus di Desa Lebakjabung. ( Satrio )






