Liputan Nusantara – Mojokerto, Dalam upaya menekan volume sampah rumah tangga sekaligus menjaga kelestarian lingkungan, Kelompok 51 Kuliah Kerja Nyata Pencerahan (KKN-P) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menggelar Pelatihan Pembuatan Eco-Enzyme. Kegiatan ini diselenggarakan di Balai Desa Lebakjabung, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, pada Rabu (29/7/2026).
Berlangsung di sela-sela agenda rutin Pleno PKK Desa Lebakjabung, pelatihan ini mengubah limbah dapur seperti sisa kulit buah dan sayuran menjadi produk alternatif yang bernilai guna tinggi dan ramah lingkungan.
Solusi Cerdas Olah Limbah Organik
Materi pelatihan disampaikan oleh Alvi, mahasiswa Program Studi Bisnis Digital UMSIDA. Ia menjelaskan bahwa Eco-Enzyme merupakan cairan multifungsi hasil fermentasi antara sampah organik, air, dan sumber gula alami.

“Proses fermentasi Eco-Enzyme membutuhkan waktu sekitar 90 hari. Hasil akhirnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, mulai dari cairan pembersih alami, pupuk organik tanaman, hingga penyegar udara dan penghilang bau tak sedap,” terang Alvi di hadapan para peserta.
Selain memberikan pemahaman materi, sesi pelatihan diwarnai dengan peragaan langsung mengenai rasio takaran bahan baku serta cara perawatan wadah fermentasi agar terhindar dari kontaminasi dan menghasilkan cairan berkualitasi tinggi.
Apresiasi dan Dukungan Pengurus PKK
Inisiatif program ini mendapat sambutan hangat dari Pengurus Tim Penggerak (TP) PKK Desa Lebakjabung. Ketua TP PKK Desa Lebakjabung, Windariyanti, mengajak seluruh kadernya untuk mengaplikasikan pengetahuan tersebut secara konsisten.
“Ini kesempatan yang sangat baik bagi ibu-ibu PKK untuk menyerap ilmu baru. Harapannya, langkah praktis pengolahan sampah organik ini benar-benar diterapkan di rumah masing-masing agar lingkungan kita menjadi lebih bersih dan sehat,” ujar Windariyanti.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris TP PKK Desa Lebakjabung, Yana Dwi Rahayu, menilai bahwa pembekalan ini melengkapi program pemberdayaan keluarga yang tengah digalakkan di desa.
“Pelatihan ini menjadi bentuk penguatan kapasitas kader, khususnya di bidang kesehatan dan lingkungan. Pengetahuan ini sangat relevan untuk mendukung pola hidup bersih di tingkat keluarga,” tuturnya.
Komitmen KKN UMSIDA Ciptakan Desa Berkelanjutan. Menutup rangkaian kegiatan, Koordinator Kelompok 51 KKN-P UMSIDA menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai stimulan untuk mendorong kemandirian warga dalam mengelola sampah dari sumbernya.
“Kami ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah dapur. Lewat pelatihan ini, kami berharap para kader PKK dapat menjadi penggerak dan agen perubahan (agent of change) yang menularkan kebiasaan mengolah limbah organik kepada warga sekitar. Sinergi ini merupakan langkah nyata kita bersama menuju Desa Lebakjabung yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” pungkasnya. ( Satrio )






