Liputan Nusantara – Probolinggo, Para Sopir-sopir angkutan Truck yang berbahan bakar solar resah akibat bahan bakar yang diharap berbagai SPBU 09 wilayah Semampir Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo selalu Antrean panjang dan sering kehabisan.( 8/09)
Aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU 09 Semampir Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo, kembali menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah warga menduga SPBU tersebut kerap dipadati oleh kendaraan yang digunakan para tengkulak BBM dengan tangki yang telah dimodifikasi untuk menampung bahan bakar dalam jumlah besar.
Menurut informasi yang dihimpun, kendaraan-kendaraan tersebut diduga melakukan pengisian berulang kali dengan memanfaatkan tangki tambahan atau tangki modifikasi yang tidak sesuai standar. Praktik ini dikhawatirkan mengganggu distribusi BBM bersubsidi bagi masyarakat yang berhak menerimanya.
Beberapa warga mengaku sering melihat antrean kendaraan yang diduga digunakan untuk kegiatan penimbunan maupun penyaluran BBM kepada pihak tertentu. Kondisi tersebut menimbulkan keresahan karena dapat memicu kelangkaan BBM di tingkat masyarakat.
SPBU 09 Semampir Kecamatan Kraksaan sendiri diketahui berada di
Jalan Raya Semampir Ps, Semampir Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, Data lokasi SPBU 09 semampir tersebut juga tercantum dalam daftar penyalur BBM di wilayah Probolinggo.
Selain itu, dalam beberapa pemberitaan sebelumnya, SPBU 09 semampir juga pernah disebut dalam dugaan penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi jenis solar yang melibatkan kendaraan dengan tangki modifikasi. Namun, dugaan tersebut tetap memerlukan pembuktian dan penelusuran lebih lanjut oleh aparat berwenang.
Masyarakat berharap Pertamina, BPH Migas, serta aparat penegak hukum melakukan pengawasan dan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap aktivitas pengisian BBM di SPBU 09 tersebut. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU 09 semampir terkait dugaan tersebut. (Budi Setya)






